|
Pada
tahun 1980-an, SMA Xaverius 1 mengalami perkembangan peminat yang
melebihi daya tampung sekolah. Besarnya animo masyarakat terhadap
pendidikan Xaverius ditanggapi positif oleh Pimpinan SMA Xaverius 1.
Pada tahun pelajaran 1985/1986, Bapak Drs. T.Soedadi selaku Kepala
SMA Xaverius 1 memutuskan untuk membuka kelas pada sore hari khusus
untuk kelas 1 sebanyak 5 kelas dan tahun pelajaran 1986/1987 sebanyak
3 kelas.
Di bawah kepemimpinan Bapak A.K. Kinardi, B.Sc. pada tahun 1987/1988,
kelas sore ditiadakan dengan alasan adanya konsep pemerintah tentang
sekolah TIPOLOGI A dengan jumlah kelas maksimal 27 kelas. Penghapusan
kelas sore bukan berarti pimpinan SMA Xaverius 1 tidak respon terhadap
animo masyarakat. Pada bulan April 1989 diadakan rapat pimpinan dan
salah satu keputusannya adalah :
“Siswa-siswi yang berminat belajar di SMA Xaverius 1 tetap diberi
kesempatan pada kegiatan belajar sore hari dengan catatan sampai
dengan kelas 3”
Pada tahun pelajaran 1989/1990 dengan seijin Yayasan Xaverius Pusat,
kelas sore SMA Xaverius 1 (SMA Xaverius Filial) dibuka dengan jumlah
212 siswa terbagi dalam 5 kelas. Supaya efektif dalam pengelolaannya
diangkatlah Bapak Drs. I. Sukendro selaku Koordinator dan Bapak Drs.
Petrus Sugiharjono selaku wakil Koordinator bidang kesiswaan. Secara
administrasi SMA Xaverius 1 Filial berdiri sendiri walaupun tetap
merupakan bagian integral dari SMA Xaverius 1. Hal ini dilaksanakan
dalam rangka mempersiapkan sekolah yang benar-benar mandiri tidak
terikat dengan sekolah lain.
Rencana pemisahan seyogyanya akan dilaksanakan pada tahun pelajaran
1994/1995, tetapi karena segala sesuatu sudah siap dan berjalan baik,
maka pemisahan diajukan pada tahun pelajaran 1993/1994, dengan mengacu
pada surat keputusan Kepala Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Sumatera
Selatan, tanggal 7 Januari 1993, Nomor 362/I.11/F/1993 tentang
persetujuan kepada Yayasan Xaverius Pusat Palembang untuk mendirikan
SMA Xaverius 4 Palembang. Pada tanggal yang sama juga keluar surat
Kabid. Dikmenum Depdikbud Sumatera Selatan No.12077/I.11/I/1993,
tentang perindukan SMA Xaverius 4 ke SMA Xaverius 1 Palembang. Tahun
pelajaran 1993/1994 secara yuridis formal SMA Xaverius 4 berdiri
dengan menerima siswa kelas 1 dan tetap mengelola SMA Xaverius 1
Filial (kelas 2 & 3).
Adapun yang menjadi pimpinan pertama SMA Xaverius 4 adalah :
| Kepala Sekolah |
: Drs.I.Sukendro |
| Wakil Kepala
Kurikulum |
: J.Ismantri, B.A |
| Wakil Kepala Kesiswaan |
: Y.S.Eka Hadi Lelana, B.A. |
Setengah
tahun kemudian tepatnya tanggal 20 Januari 1994 SMA Xaverius 4
diresmikan oleh Bapak Drs. Y. Samodra Nugraha selaku Ketua Yayasan
Xaverius Pusat Palembang.
Dari tahun ke tahun SMA Xaverius 4 terus mengalami perkembangan dengan
meningkatnya jumlah siswa yang masuk; ini berarti masyarakat Palembang
dan sekitar menaruh perhatian terhadap pendidikan yang diselenggarakan
oleh Yayasan Xaverius.
Pada tahun pelajaran 1995/1996 seluruh siswa-siswi SMA Xaverius 4
benar-benar siswa SMA Xaverius 4 dan pada saat itu pula SMA Xaverius 4
mempunyai alumni yang pertama. Pada tahun pelajaran 1996/1997 sekolah
memprogramkan sebagai peserta akreditasi. Pada tanggal 4 November 1996
sekolah diakreditasi oleh instansi terkait. Tanggal 6 Maret 1997
melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah No.16/C.C7/Kep/MN/97, SMA Xaverius 4 “Tercatat” berubah
menjadi SMA Xaverius 4 “Diakui” dengan jumlah nilai 84. Sedangkan
untuk status “Disamakan” diperlukan jumlah nilai 84,5. Inilah prestasi
yang patut kita syukuri dan terus kita kembangkan sehingga nanti pada
saatnya sekolah sampai pada jenjang yang “Disamakan”.
SMA Xaverius 4 bersama SMA Xaverius lain, terus membenahi diri dengan
mempersiapkan segala sarana dan prasarana yang menunjang. Hingga saat
ini SMA Xaverius 4 memiliki sarana Gedung Sekolah, Perpustakaan,
Laboratorium (Fisika, Kimia, Biologi), Komputer dan Lapangan Olah
Raga. Untuk meningkatkan kreativitas siswa, sekolah juga mengadakan
berbagai kegiatan yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler
seperti : kepramukaan, jurnalistik (majalah sekolah), mengetik,
menari, koperasi, baris-berbaris dan olah raga (sepak bola, volley
ball, basket ball). Kecuali itu dalam membekali siswa di bidang
organisasi, sekolah terus menghidupkan dan mengembangkan OSIS/PPSK
dengan berbagai macam kegiatan. Kegiatan kepramukaan merupakan
kegiatan wajib bagi siswa-siswi kelas 1, hal ini mempunyai tujuan
untuk melatih para siswa untuk belajar mandiri dalam segala hal.
Pada tahun 1998/1999, masa kepemimpinan Bapak Drs. I. Sukendro
berakhir, digantikan oleh Bapak Drs. A. Eduard Bastomi dibantu Bapak
Drs. Ign. Winarno sebagai Waka Kurikulum dan Bapak Drs. B. Wilarno
sebagai Waka kesiswaan.
Dalam perkembangan berikutnya terjadi perubahan staf pimpinan. Tahun
2001 masa tugas Bapak Drs. Ign. Winarno sebagai Waka Kurikulum
berakhir dan digantikan oleh Bapak Y. Subardan, S.Pd. dan bersamaan
dengan itu diangkatlah Bapak Ign. Sujindro, B.A. sebagai Waka Sarana
Prasarana.
Tahun pelajaran 2002/2003 terjadi perubahan kembali, Bapak Drs. A.
Eduard Bastomi digantikan oleh Bapak Drs. Leo Junaidi dan Bapak Drs.
B. Wilarno digantikan oleh Bapak Drs. Ign. Winarno. Tahun Pelajaran
2003/2004 masa kepemimpinan Bapak Ign. Sujendro, BA berakhir sebagai
waka. sarana prasarana. Dengan pertimbangan tertentu pihak yayasan
tidak megangkat penganti sehingga formasi kepemimpinan pada tahun
pelajaran 2003/2004 sampai sekarang adalah sebagai berikut :
| Kepala Sekolah |
: Drs.Leo Junaidi |
| Wakil Kepala Kurikulum |
: Y.Subardan, S.Pd. |
| Wakil Kepala Kesiswaan |
: Drs. Ign. Winarno |
| |
|
|